MISTERI DI BALIK SESUAP NASI
”MISTERI DI BALIK SESUAP NASI”
Hari telah beranjak siang
Tak lupa rasa syukur ku panjatkan
Merenggangkan tulang putih ini tanda siap untuk berpacu
Hentakan jarum jam tak kan membuat ku kalah
Corona memang berbahaya
Tapi apa daya rakyat jelata
Tak bisa hanya berdiam diri
Menunggu upah tanpa bekerja
Panjang jalan setapak
Ku lalui tanpa alas kaki
Demi sesuap nasi
Ya, benar.. Hanya untuk sesuap nasi
Air mata yang menetes
Keringat yang bercucuran
Tidak menjadikan alasan untuk berhenti berjuang
Iya … hanya bertahan untuk mendapatkan sesuap nasi
Tetapi, ada kala hati tak sejalan dengan pikiran
Pikiran memberi dorongan semangat
Dan hati yang tak mampu dengan semua ini
Is it that hard to live? (sesulit itukah untuk hidup?)
Berharap setitik cahaya menerangi kegelapan ini
Oh ,Tuhan…begitu berat cobaanMu
Demi sesuap nasi, aku harus mampu bertahan
Setetes air mata yang jatuh membawa beribu- ribu harapan
Satu tekat…
Mari pecahkan pelita , Ambil apinya
Jadikan terang
Demi sesuap nasi yang begitu berharga
Makassar, 25 Agustus 2021
Comments
Post a Comment